Pansos Kap Marble Run Indonesia

Liga Balap Kelereng Ditunda hingga MRI Terancam Dibubarkan, Federasi Balap Kelereng Dunia: Tak Penuhi Target Penonton sebagai Federasi

International Marble Run Federation (IMRF) sebagai federasi balap kelereng dunia menegur Marble Run Indonesia yang dipercayai untuk menyelenggarakan kompetisi balap kelereng di Indonesia. Bahkan, IMRF secara terang-terangan memberikan peringatan tegas berupa ancaman pembubaran bagi federasi balap kelereng Indonesia itu.

 

Teguran itu akibat tidak terpenuhinya jumlah penonton balap kelereng yang diselenggarakan oleh Marble Run Indonesia pada tahun 2021. Capaian buruk ini pun mengundang tanggapan presiden IMRF, Gabriele Trafacchio, yang menyebutkan bahwa target penonton sebagai syarat pembentukan federasi balap kelereng di suatu negara, sehingga situasi MRI perlu dievaluasi. 

 

“Sebagai federasi ini tentu tidak memenuhi syarat. Sejak awal kesepakatan pembentukan federasi balap kelereng adalah jumlah penonton. Dan mereka (MRI) tidak memenuhi itu tahun lalu. Kami (IMRF) tentu harus mendiskusikan ini dengan para petinggi untuk menentukan masalah ini,” jelas Gabriele Trafacchio.

 

Imbas dari jumlah penonton yang tidak terpenuhi itu juga mengakibatkan jadwal Piala Presiden dan Liga Balap Kelereng ditunda oleh Marble Run Indonesia berdasarkan instruksi International Marble Run Federation. Pihak IMRF menginstruksikan MRI untuk fokus meningkatkan jumlah penonton terlebih dahulu di awal tahun 2022.

 

Presiden IMRF juga menjelaskan bahwa penting bagi suatu federasi balap kelereng untuk memenuhi target penonton untuk menyebarluaskan Entertainment Sport (ESport) balap kelereng. Hal inilah yang membuat IMRF selektif memberikan izin suatu negara untuk mendirikan federasi balap kelerengnya sendiri.

 

“Kami menginstruksikan MRI untuk menunda kompetisi pra musim mereka (Piala Presiden 2022) bahkan Liga (Balap Kelereng 2022). Mereka (MRI) perlu meningkatkan jumlah penonton terlebih dahulu.” 

 

“Ini tentu saja adalah komitmen IMRF untuk menyebarluaskan ESport balap kelereng ini dan penting bagi federasi-federasi lain juga. Syarat seperti ini (batas minimal target penonton) harus ada agar federasi-federasi yang berdiri mempunyai komitmen yang sama dengan kami,” ungkap Gabriele.

 

Gabriele Trafacchio menyarankan Marble Run Indonesia untuk melakukan evaluasi dan berbenah agar ESport balap kelereng Indonesia bisa berkembang. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi untuk menyebarluaskan ESport balap kelereng, mengingat netizen Indonesia sangat aktif di media sosial.

 

“Saya pikir MRI harus melakukan evaluasi. Indonesia memiliki pengguna media sosial yang banyak sehingga ini potensi untuk menyebarluaskan ESport balap kelereng,” tutup Gabriele Trafacchio.

 

Reporter: Haramaen Baharudin

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram

Berita Terbaru

Video