ATURAN & REGULASI

MRI (Marble Run Indonesia) akan menyelenggarakan kompetisi Piala Presiden, Liga 1, Liga 2, dan Liga 3, yang merupakan milik MRI dan berada di bawah pengawasan IMRF (International Marble Run Federation). Kompetisi-kompeti tersebut termasuk dalam kalender MRI. Semua pihak yang berpartisipasi (IMRF, MRI, Penyelenggara, Tim Kontestan, dan Sirkuit) berjanji untuk mematuhi peraturan yang mengatur kompetisi.

ATURAN BALAPAN

Format Kompetisi
  • Kompetisi akan dilakukan dalam format penyisihan dalam dua fase, Fase Penyisihan dan Grand Final, dengan jumlah tim yang berpartisipasi dalam Piala Presiden adalah 24 tim. 
  • Penentuan tim yang ikut serta ditentukan berdasarkan tim peserta Piala Presiden yang diselenggarakan PSSI, ada pun jika PSSI tidak menyelenggarakan Piala Presiden pada waktu tertentu, penentuan tim akan ditentukan oleh pihak Marble Run Indonesia.
  • Babak penyisihan dibagi menjadi dua grup, A dan B, di mana setiap grup berisikan 12 tim, yang kemudian tim yang masuk 6 besar dari masing-masing grup akan melaju ke Grand Final.
  • Di Grand Final, tim yang finis di posisi pertama berhak meraih gelar juara.
 
Sistem Grup dan tim
  • Sistem grup dilakukan dalam Fase Penyisihan.
  • Terdapat 2 grup dalam kompetisi Piala Presiden, dimana masing-masing grup terdiri dari 12 tim.
  • Penentuan tim dan penentuan grup mengikuti Piala Presiden yang diselenggarakan PSSI. Jika Piala Presiden tidak diselenggarakan PSSI di waktu tertentu, penentuan grup akan mengikuti penyelenggaraan Piala Presiden MRI pada musim terakhir.
 
Posisi Start
  • Posisi start dalam Fase Penyisihan dilakukan berdasarkan sesi kualifikasi.
 
Juara
  • Tim yang berhasil finis di urutan pertama pada Grand Final berhak menjadi juara
Format Kompetisi
  • Kompetisi Liga 1 diselenggarakan dalam format series, dengan total 10 series balapan.
  • Jumlah tim Liga 1 adalah 18 tim, dengan jumlah pemain setiap tim adalah 18 pemain dan termasuk 1 kapten tim. Satu pemain hanya bisa mengikuti satu series balapan.
  • Tim yang mengumpulkan poin terbanyak dalam 10 series berhak menjadi juara.
  • Tim yang berada di posisi 16, 17, dan 18 pada kelasemen akhir liga akan degradasi ke Liga 2.
  • Setiap tim harus memiliki sirkuit sebagai home circuit.
Sirkuit
  • Terdapat 10 sirkuit untuk 10 series balapan, di mana urutan series ditentukan oleh penyelenggara.
  • 10 home cirkuit diambil dari 10 tim balap kelereng yang finis 10 besar pada klasemen akhir musim sebelumnya.
  • Setiap tim Liga 1 harus memiliki sirkuit sendiri sebagai home circuit.
  • Panjang sirkuit Liga 1 adalah minimal 18.000 dan lebar 14 cm.
Tim Balap Kelereng
  • 18 tim balap kelereng yang ikut serta di Liga 1 dipilih berdasarkan hasil klasemen akhir Liga 1 sepak bola pada musim 2019/2020
Sistem Poin
 
Pengaturan Jadwal
Setiap series Liga 1 dilangsungkan setiap akhir pekan.
  • Pemain
    1. Jumlah pemain yang terdaftar untuk mengikuti kompetisi Liga 1 adalah 18 pemain.
    2. Setiap tim menunjuk 1 pemainnya sebagai kapten tim.
  • Posisi Start
    1. Posisi start pertama adalah posisi istimewa yang hanya diberikan kepada tim tuan rumah sebagai home circuit. Posisi start kedua dan selanjutnya mengikuti urutan finis di balapan sebelumnya.
    2. Posisi start pada series pertama ditentukan berdasarkan peringkat kelasemen akhir pada musim sebelumnya. Sementara, posisi start untuk setiap series (kecuali series pertama) ditentukan berdasarkan posisi finis tim pada series sebelumnya.
    3. Khusus untuk posisi start musim perdana Liga 1, yaitu musim 2021, posisi start ditentukan berdasarkan posisi kelasemen Liga 1 Indonesia PSSI.
  • Juara
    1. Tim yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak dalam 18 series berhak menjadi juara kompetisi Liga 1.
  • Degradasi
    1. Tim yang berada di peringkat 16, 17, dan 18 kelasemen akhir Liga 1 otomatis akan degradasi ke Liga 2.
Format Kompetisi
  • Kompetisi Liga 2 diselenggarakan dalam format series, dengan total 10 series balapan, di mana sirkuit ditentukan oleh penyelenggara.
  • Jumlah tim Liga 2 adalah 18 tim, dengan jumlah pemain setiap tim adalah 18 pemain dan termasuk 1 kapten tim. Satu pemain hanya bisa mengikuti satu series balapan.
  • Tim yang mengumpulkan poin terbanyak dalam 10 series balapan berhak menjadi juara dan promosi ke Liga 1.
  • Tim yang berhak promosi ke Liga 1 adalah tim yang berada di peringkat 1, 2 dan 3 kelasemen akhir.
  • Tim yang berada di posisi 16, 17 dan 18 pada kelasemen akhir liga akan degradasi ke Liga 3.
Sirkuit
  • Terdapat 18 sirkuit untuk 10 series, di mana urutan series ditentukan oleh penyelenggara.
  • Panjang sirkuit Liga 2 adalah minimal 18.000 cm dan lebar 14 cm.
Tim Balap Kelereng
  • 18 tim balap kelereng yang ikut serta di Liga 2 dipilih berdasarkan hasil klasemen akhir Liga 2 sepak bola pada musim 2019/2020
Sistem Poin
Pengaturan Jadwal
Setiap series balapan Liga 2 dilangsungkan setiap tengah pekan. 
  • Pemain
    1. Jumlah pemain yang terdaftar untuk mengikuti kompetisi Liga 2 adalah 18 pemain.
    2. Setiap tim menunjuk 1 pemainnya sebagai kapten tim.
  • Posisi Start
    1. Posisi start pada series pertama ditentukan berdasarkan peringkat kelasemen akhir pada musim sebelumnya. Sementara, posisi start untuk setiap series (kecuali series pertama) ditentukan berdasarkan posisi finis tim pada series sebelumnya.
    2. Khusus untuk posisi start musim perdana Liga 2, yaitu musim 2020, posisi start ditentukan berdasarkan posisi kelasemen Liga 2 Indonesia PSSI.
  • Juara
    1. Tim yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak dalam 14 series berhak menjadi juara kompetisi Liga 2.
    2. Tim yang menjadi juara Liga 2 berhak promosi ke Liga 1 untuk musim selanjutnya.
  • Promosi
    1. Tim yang berhasil menjuarai Liga 2 dan menempati posisi 2 dan 3 kelasemen otomatis akan promosi ke Liga 1 pada musim selanjutnya.
  • Degradasi
    1. Tim yang berada di peringkat 16, 17, dan 18 kelasemen akhir Liga 2 otomatis akan degradasi ke Liga 3.
Format Kompetisi
  • Kompetisi Liga 3 diselenggarakan dalam format series, dengan total 10 series balapan, di mana sirkuit ditentukan oleh penyelenggara.
  • Jumlah tim Liga 3 adalah 18 tim, dengan jumlah pemain setiap tim adalah 18 pemain dan termasuk 1 kapten tim. Satu pemain hanya bisa mengikuti satu series balapan.
  • Tim yang mengumpulkan poin terbanyak dalam 10 series balapan berhak menjadi juara dan promosi ke Liga 2.
  • Tim yang berhak promosi ke Liga 2 adalah tim yang berada di peringkat 1, 2, dan 3 kelasemen akhir.
  • Liga 3 tidak memiliki sistem degradasi.
 
Sirkuit
  • Terdapat 9 sirkuit untuk 10 series balapan, di mana urutan series ditentukan oleh penyelenggara.
  • Panjang sirkuit Liga 3 adalah minimal 18.000 cm dan lebar 14 cm
Tim Balap Kelereng
  • 18 tim balap kelereng yang ikut serta di Liga 3 dipilih berdasarkan hasil klasemen akhir Liga 3 sepak bola pada musim 2019/2020
Sistem Poin
Pengaturan Jadwal
Setiap series balapan Liga 3 dilangsungkan setiap awal pekan. 
  • Pemain
    1. Jumlah pemain yang terdaftar untuk mengikuti kompetisi Liga 3 adalah 18 pemain.
    2. Setiap tim menunjuk 1 pemainnya sebagai kapten tim.
  • Posisi Start
    1. Posisi start pada series pertama ditentukan berdasarkan peringkat kelasemen akhir pada musim sebelumnya. Sementara, posisi start untuk setiap series (kecuali series pertama) ditentukan berdasarkan posisi finis tim pada series sebelumnya.
    2. Khusus untuk posisi start musim perdana Liga 3, yaitu musim 2021, posisi start ditentukan berdasarkan posisi kelasemen Liga 3 Indonesia PSSI.
  • Juara
    1. Tim yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak dalam 18 series berhak menjadi juara kompetisi Liga 3.
    2. Tim yang menjadi juara Liga 3 berhak promosi ke Liga 2 untuk musim selanjutnya.
  • Promosi
    1. Tim yang berhasil menjuarai Liga 3 dan menempati posisi 2 dan 3 kelasemen otomatis akan promosi ke Liga 2 pada musim selanjutnya.
Format Kompetisi
  • MarbleGP Marble Run Indonesia diselenggarakan dalam format seris, dengan total 15 seris balapan.
  • Jumlah rider MarbleGP adalah 24 riders, di mana rider yang dipilih berdasarkan rider MotoGP musim 2021/2022.
  • Rider yang mengalami insiden sehingga tidak mampu melanjutkan balapan, maka akan mendapatkan 0 poin
Sirkuit
  • Terdapat 8 sirkuit untuk 15 series balapan, di mana urutan series ditentukan oleh penyelenggara.
Sistem Poin
  • Sistem poin dalam MarbleGP menggunakan sistem poin seperti MotoGP.

Posisi Start

  • Posisi start untuk setiap race ditentukan berdasarkan hasil sesi kualifikasi. Rider dengan waktu tercepat berada di posisi start terdepan.
Juara
  • Rider yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak dalam 15 race berhak menjadi juara dunia MarbleGP 2021 MRI.

REGULASI

Sporting Regulations ini berlaku untuk Kejuaraan yang berlangsung di tahun kalender yang dirujuk dalam judul (“Kejuaraan”) dan hanya dapat diubah setelah Kejuaraan berakhir dengan persetujuan suara bulat dari semua tim partisipan Liga Marble, Dewan Pengurus, dan Dewan Komite.

General Undertaking

  • Semua pembalap, tim partisipan, dan ofisial yang berpartisipasi dalam Kejuaraan harus berjanji, atas nama mereka sendiri dan Marble Run Indonesia (MRI), untuk mematuhi semua ketentuan yang ditambahkan atau diubah dari International Sporting Code dan Sporting Regulation.
  • Kejuaraan dan setiap Ajangnya diatur oleh MRI sesuai dengan Sporting Regulation. Ajang Kejuaraan berarti setiap acara yang dimasukkan ke dalam Kalender Kejuaraan Liga Marble untuk tahun apa pun.
  • Peraturan khusus apa pun harus diserahkan ke MRI dengan dokumen asli untuk dimasukkan ke Ajang Kejuaraan di Kalender Kejuaraan. Hanya dengan persetujuan MRI, peraturan khusus tersebut dapat diberlakukan untuk suatu Ajang.

 

General Conditions

  • Merupakan tanggung jawab tim partisipan untuk memastikan bahwa setiap orang yang terkait dengan entitasnya agar mematuhi semua persyaratan Sporting Regulation. Jika seorang pembalap tidak dapat hadir secara langsung di suatu Ajang, tim partisipan harus mencalonkan perwakilannya.
  • Pembalap dan tim partisipan harus memastikan bahwa marble yang digunakan mematuhi persyaratan kelayakan selama kejuaraan.

 

Licences

  • Semua pembalap, tim partisipan, dan ofisial yang berpartisipasi dalam Kejuaraan Liga Marble harus memiliki Lisensi Super MRI.
  • Jika hukuman diterapkan berdasarkan International Sporting Code, pengurus dapat memberikan poin penalti pada Lisensi Super pembalap. Jika pembalap mendapat 12 poin penalti, lisensinya akan ditangguhkan untuk Ajang berikutnya.

 

Championship Events

  • Ajang Kejuaraan disediakan untuk Liga Marble sebagaimana ditentukan dalam Peraturan Teknis.
  • Jarak semua balapan, dari garis start sampai garis finis balapan, sudah ditentukan sebagaimana dalam Peraturan Teknis.
  • Jumlah maksimum balapan dalam Kejuaraan adalah 18, dan minimumnya adalah 9.
  • Suatu Ajang dapat dibatalkan jika kurang dari 10 tim peserta tersedia.

 

Competitor Applicants

  • Tim Peserta harus mendaftarkan nama-nama pembalap yang akan mengikuti kejuaraan satu minggu sebelum kejuaraan dimulai.
  • Jumlah pembalap dalam satu tim mengharuskan 18. Tim yang memiliki jumlah pembalap kurang dari 18 akan mendapatkan poin 0 sejumlah pembalap yang kurang.
  • Tim Peserta harus mencakup:
    1. Konfirmasi bahwa Tim Peserta telah membaca dan memahami Peraturan dan menyetujuinya, atas namanya sendiri dan atas nama MRI, untuk mematuhinya.
    2. Nama tim
    3. Nama-nama pembalap.
  • Semua Tim Peserta akan dipelajari oleh MRI dan diterima atau ditolak atas kebijakan mutlaknya. MRI akan mempublikasikan Tim Peserta dan pembalapnya sebelum Kejuaraan dimulai.

 

MRI Delegates

  • Untuk setiap Ajang, MRI akan mengusulkan delegasi berikut:
    1. Safety delegate
    2. Medical delegate
    3. Technical delegate
    4. Media delegate dan mungkin akan mengusulkan: 
    5. A representative of the President of the MRI
    6. A Deputy Race Director
    7. An observer
    8. A safety marble
    9. A medical marble
  •  Peran dari delegasi MRI adalah untuk membantu para ofisial Ajang dalam tugas mereka dan untuk membuat evaluasi yang mereka anggap perlu, serta untuk menyusun laporan yang diperlukan mengenai acara.
  • Technical Delegate yang diusulkan oleh MRI bertanggung jawab dalam pemeriksaan. Dalam hal ini, Technical Delegate dapat melakukan pengawasan atas kebijaksanaannya sendiri dan pemeriksaan apa pun untuk memverifikasi kepatuhan tim peserta. Technical Delegate MRI memiliki otoritas penuh atas pengawasan

 

The Officials

  • Official berikut yang akan ditunjuk oleh MRI;
    1. Enam pengawas, salah satunya akan diangkat sebagai ketua.
    2. Seorang direktur balapan
    3. Starter permanen.
  • Panitera akan berkonsultasi dengan direktur balapan. Pengarah balapan memiliki kewenangan utama dalam hal-hal berikut dan panitera balapan dapat memberikan perintah berkenaan dengan hal tersebut hanya dengan persetujuan tertulisnya:
    1. Kontrol balapan, kepatuhan pada jadwal dan, jika dianggap perlu, membuat permohonan resmi kepada pengurus untuk mengubah jadwal sesuai dengan kode etik atau sporting regulation.
    2. Menghentikan marble apapun sesuai dengan kode etik atau sporting regulation.
    3. Penghentian atau penangguhan balapan sesuai dengan sporting regulation jika dianggap tidak aman untuk melanjutkan dan memastikan bahwa prosedur restart yang benar dilakukan.
    4. Prosedur awal.
    5. Penggunaan safety marble.
  • Pengawas, direktur balapan, technical delegate harus hadir pada awal Ajang.
  • Direktur balapan harus melakukan kontak radio dengan panitera dan ketua pengawas setiap saat ketika marble diizinkan untuk berjalan di lintasan. Selain itu, panitera harus memegang kendali balapan dan melakukan kontak radio dengan semua pos.
  • Pengawas dapat menggunakan video atau alat elektronik apa pun untuk membantu mereka dalam mengambil keputusan

 

The Racer

  • Pembalap harus selalu mematuhi ketentuan kode etik yang berkaitan dengan perilaku mengemudi di sirkuit.
  • Pengemudi harus melakukan tindakan yang wajar untuk menggunakan lintasan setiap saat dan tidak boleh dengan sengaja meninggalkan lintasan tanpa alasan yang dapat dibenarkan.

 

The Circuits

  • Setiap tim yang mengikuti Liga 1 harus memiliki sirkuit sendiri.
  • Standar sirkuit yang digunakan pada Liga 1 adalah:
    1. Lebar: 15 cm
    2. Panjang: minimal xxxxxxxx
  • Tim yang tidak mampu memenuhi standar sirkuit tidak diberikan izin mengikuti kompetisi Liga 1. 

 

The Marbles

  • Ukuran Marble yang diperbolehkan dalam Liga Marble adalah dengan diameter 4cm
  • Setiap tim yang mengikuti Liga Marble harus memiliki warna Marble yang berbeda dengan tim lainnya.

 

Incident During the Race

  • Insiden yang dapat terjadi selama balapan berlangsung, antara lain:
    1. Marble pembalap tidak dapat bergerak
    2. Marble pembalap keluar dari sirkuit
  • Marble pembalap yang tidak dapat bergerak karena insiden tertentu akan diberikan izin melanjutkan balapan setelah seluruh pembalap memasuki garis finish pada lap terjadinya insiden tersebut. Ini akan mengakibatkan pembalap yang mengalami insiden berada di posisi terakhir.
  • Marble pembalap yang keluar dari sirkuit karena insiden tertentu tidak diberikan izin melanjutkan balapan. Ini akan mengakibatkan pembalap akan mendapatkan poin 0 pada series tersebut.
  • Jika terdapat 40% pembalap tidak dapat bergerak karena insiden tertentu dan terjadi pada 3 lap pertama, balapan akan diulang kembali. Namun, jika insiden tersebut terjadi pada lap keempat atau lap selanjutnya, pembalap yang mengalami insiden harus memulai balapan setelah pembalap lainnya melewati garis finish.

 

Safety Marble

  • Safety Marble akan dikemudikan oleh perwakilan yang ditunjuk oleh MRI.
  • Ketika perintah diberikan untuk menggunakan Safety Marble, pembalap yang mengalami insiden akan dikawal dan diberi perawatan sebelum diberi izin melanjutkan balapan. Sementara pembalap yang keluar dari sirkuit, Safety Marble akan membawanya ke pit stop untuk diperiksa kemungkinan terjadinya cedera pada pembalap.

 

Finish

  • Garis kotak-kotak akan menjadi tanda akhir balapan dan akan ditampilkan di garis finis segera setelah marble terdepan menempuh jarak balapan penuh.
  • Jika karena alasan apa pun sinya akhir balapan diberikan sebelum mobil terdepan menyelesaikan jumlah putaran yang ditentukan, atau waktu yang ditentukan telah selesai, balapan akan dianggap telah selesai saat mobil terdepan melewati garis finis sebelum sinyal diberikan.
  • Jika sinyal akhir balapan ditunda karena alasan apa pun, balapan akan dianggap telah selesai pada saat seharusnya selesai.

 

Dead Heat

  • Poin yang diberikan untuk semua posisi pesaing yang seri, akan ditambahkan bersama dan dibagi rata.
  • Jika dua atau lebih tim yang menyelesaikan musim dengan jumlah poin yang sama, peringkat yang lebih tinggi dalam kompetisi akan diberikan kepada:
    1. Pemegang posisi pertama terbanyak
    2. Jika jumlah posisi pertama sama, pemegang tempat kedua terbanyak
    3. Jika jumlah tempat kedua sama, pemegang posisi ketiga terbanyak dan seterusnya sampai pemenang dapat ditentukan
    4. Jika prosedur ini gagal memberikan hasil pemenang, MRI akan menominasikan pemenang sesuai dengan kriteria yang dianggap sesuai.

 

The Champion

  • Gelar juara tim kompetisi akan diberikan kepada tim yang telah mengumpulkan jumlah poin tertinggi.
  • Point untuk gelar juara akan dihadiahkan di setiap Ajang menurut skala berikut:

  • Selain hal di atas, sebuah tim akan mendapatkan poin tambahan jika berhasil menjuarai kompetisi liga, Piala Presiden, dan Copa Marble (Lihat aturan Liga 1, Piala Presiden, dan Copa Marble).
  • Tim yang finis pertama, kedua, dan ketiga pada kompetisi harus hadir pada Upacara Pemberian Hadiah tahunan Liga Marble, yang diwakilkan oleh kapten tim.